Rapat Koordinasi Antar Organisasi Di MAN 1 Bone

Watampone, (Humas MAN 1 Bone) – Senin (18/10/2021) bertempat di ruang sekretariat Osis-MPK MAN 1 Bone diadakan rapat koordinasi antar organisasi  yang dihadiri oleh ketua organisasi. Rapat koordinasi ini dihadiri oleh ketua Osis, MPK, Best, SIGMA, Pramuka, PKS, El-Can , KAS dan Rohis.

Adapun organisasi yang tidak hadir dalam rapat adalah KIR, ITNASY, PMR, PIK-R, dan M-ONE. Adapun agenda rapat kali ini bertujuan untuk kepentingan bersama di madrasah berupa pembagian wilayah kerja, dan program kebersihan madrasah.

Pada kesempatan ini, pembina Osis-MPK Sulmiati turut hadir dalam rapat koordinasi ini. “Bagi organisasi yang tidak hadir dalam rapat organisasi dianggap setuju dan siap dengan segala konsekuensi jika mengabaikan tanggung jawab” ungkap Sulmiati.

Hasil rapat ini diharapkan semua organisasi mampu melaksanakan tanggung jawabnya berdasarkan wilayah kerjanya masing-masing terutama dalam hal kebersihan lingkungan madrasah. (Rini/Syukur)

Diklat PMR Wira man 1 Bone

Watampone, (Humas MAN 1 Bone) – Palang Merah Indonesia atau disingkat PMR merupakan wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI yang selanjutnya disebut PMR. PMR merupakan salah satu organisasi ekstrakurikuler di MAN 1 Bone yang bergerak dibidang kemanusiaan.

Anggota PMR merupakan salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan kegiatan kemanusiaan dan siaga bencana mempromosikan prinsip-prinsip dasar gerakan palang merah dan bulan sabit palang merah internasional serta mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

Oleh karena itu perekrutan anggota PMR khususnya di MAN 1 Bone meliputi beberapa tahapan salah satunya proses diklat atau Pendidikan dan latihan dasar untuk calon anggota baru. PMR MAN 1 Bone dikenal dengan nama PMR Wira Mansa, dengan pembina antara lain St. Marwah (pembina putri) dan Uwaiz Maulana Iqroil (pembina putra).

Organisasi ini melakukan diklat pada Sabtu s.d Ahad (16 s.d 17 Oktober 2021) di MAN 1 Bone. Dengan menghadirkan pemateri dari PMI Kab. Bone dan beberapa senior PMR Wira Mansa dari berbagai angkatan, serta dihadiri oleh St. Marwah selaku pembina putri PMR Wira MANSA.

Tema diklat yaitu “membentuk relawan muda yang tanggap dan berjiwa kemanusiaan”, diikuti oleh 29 orang calon anggota PMR. Adapun maksud dan tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan atau wawasan dan keterampilan tentang kepalang merahan, melatih kekompakan dan menumbuhkan jiwa sosial, serta mampu menerapkan ilmu kepalang merahan dalam kehidupan sehari-hari. (Rini/Syukur)

Upacara Pembukaan Pendidikan PKS MAN 1 Bone

Watampone, (Humas MAN 1 Bone) – Patroli Keamanan Sekolah atau disingkat PKS merupakan Salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah-sekolah atau madrasah. Kegiatan ini juga ad di MAN 1 Bone, yang diikuti oleh siswa yang terdaftar dan aktif dimadrasah.

Adapun tugas PKS yaitu patroli jalan raya (PJR) di lingkungan madrasah dan jalan menuju madrasah. Salah satu tugas utamanya adalah menyeberangkan siswa-siswi sekitar madrasah. Hal ini yang dilakukan oleh para anggota PKS di MAN 1 Bone. Proses perekrutan anggota PKS meliputi pendidikan dan pelatihan.

Pada Jumat (15/10/2021) Pukul 15.40 WITA bertempat di Lapangan MAN 1 Bone diadakan upacara pembukaan pendidikan Patroli Keamanan Sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh anggota PKS angkatan 11, angkatan 12 dan angkatan 13 dan beberapa senior PKS dari berbagai angkatan.

Kegiatan ini ditandai dengan pengguntingan dan penyiraman air kembang kepada calon anggota PKS yang tergabung dalam Angkatan 13. Pembukaan pendidikan dihadiri langsung oleh pembina PKS Muliadi selaku pembina putra. Selain Muliadi, PKS juga memiliki pembina Putri yaitu Asniwati.

Adapun jumlah peserta yang mengikuti pendidikan berjumlah 16 orang. Pendidikan ini berguna untuk membekali calon anggota tentang kedisiplinan dan kemandiriaan. (Rini/Syukur)

Kelas Keterampilan Busana MAN 1 Bone kembali Aktif

 Watampone, (Humas MAN 1 Bone) – MAN 1 Bone merupakan salah satu madrasah plus keterampilan yang memiliki kelas Tata Busana. Di kelas ini para siswa akan dibina untuk memiliki pengetahuan tata busana seperti pengukuran, pembuatan pola baju, menggunting bahan, dan menjahit bahan.

Kelas tata busana di bina oleh tenaga pendidik yang profesional dalam bidangnya yaitu Suraedah, Muharram dan Radianti. Kelas tata busana merupakan salah satu pilihan  kelas keterampilan selain pengelasan.

   

Kelas tata busana di MAN 1 Bone ada tiga kelas, yaitu terdapat satu kelas di setiap tingkatan. Adapun jumlah siswa yang terdaftar di kelas busana sebanyak 34 orang terdiri dari 13 orang kelas XII, 11 orang Kelas XI dan 10 orang Kelas X.

Sebelum covid-19 pertemuan tatap muka dilakukan selama tiga hari dalam sepekan yaitu Senin, Selasa dan Rabu. Namun setelah pandemi covid-19, pertemuan tatap muka kelas tata busana tidak berjalan. Hal ini sesuai anjuran pemerintah agar tidak terjadi kerumunan yang bisa menimbulkan penularan covid-19.

Dampak pandemi ini mengharuskan para siswa yang tergabung dalam kelas keterampilan tata busana harus bersabar sampai pemerintah kembali mengizinkan adanya pertemuan tatap muka. Oleh karena itu, setelah adanya penerapan tatap muka terbatas oleh pemerintah memberikan nafas segar bagi pembina kelas busana.

Sehingga, para pembina sekaligus pengajar dikelas busana melakukan persiapan terutama perekrutan siswa kelas X yang diadakan secara online dengan mengisi form yang di bagikan oleh pembina. Setelah itu, kelas tata busana dimulai pada pekan pertama bulan September.

Memasuki pekan kedua, para siswa telah siap untuk menerima materi. Adapun materi yang diberikan untuk kelas X berupa pengenalan alat menjahit, kelas XI materi mengambil ukuran pria dan kelas XII materi Busana wanita. Diharapkan dengan mulainya kelas tata busana di MAN 1 Bone, siswa mampu meningkatkan keterampilannya dalam menjahit busana. (Rini/Syukur)

Guru Fisika MAN 1 Bone Ikuti FasDa

Watampone, (Humas MAN 1 Bone) – Seorang Fasilitator daerah merupakan guru-guru terbaik yang telah direkrut oleh Kementerian Agama untuk menjadi fasilitator atau narasumber PKB guru. Pada kegiatan ini meloloskan empat guru dari MAN 1 Bone, salah satunya Sabriani yang merupakan guru Fisika di MAN 1 Bone. Sabriani, tidak hanya mewakili MAN 1 Bone akan tetapi menjadi perwakilan Kabupaten Bone.

Adapun tugas dan tanggung jawab seorang FasDa yaitu menyusun silabus pelatihan PKB guru sesuai dengan pola yang ditentukan, menyusun skenario pelatihan, melatih guru PKG/MGMP/MGMP baik moda tatap muka maupun moda daring dengan menggunakan modul yang sudah disiapkan, mendampingi guru di KKG/MGMP/MGBK maupun di madrasah, dan memfasilitasi peserta mempelajari modul.

Pada kesempatan ini, Sabriani mengikuti FasDa di Hotel Aryaduta Makassar selama lima hari mulai 7 s.d 11 Oktober 2021. Sabriani tergabung di zona III bersama dengan peserta dari Kota Makassar, Kota Pare-pare, Banggai Kepulauan, Buol, Parigi Moutong, Sigi, Palu, Bantaeng, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, pangkajene, Pinrang, Sinjai dan soppeng.

Kegiatan ini akan melahirkan para calon fasilitator atau narasumber kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan guru di KKG/MGMP/MGBK tingkat kabupaten. (Rini/Syukur)

Partisipasi Wakamad Kurikulum MAN 1 Bone Pada FasDa 2021

Watampone, (Humas MAN 1 Bone) – Seorang Fasilitator Daerah (FasDa) merupakan sebuah tugas dan tanggung jawab yang harus diemban oleh guru-guru terbaik. FasDa diisi oleh guru-guru rekrutan Kementerian Agama melalui seleksi yang cukup ketat untuk mendapatkan guru-guru terbaik calon pelatih Kegiatan PKB guru di KKG/MGMP/MGBK.

Proses seleksi ini telah diikuti oleh Wakamad Kurikulum MAN 1 Bone pada mata pelajaran Biologi yaitu Tahar. Beliau mengikuti proses seleksi cukup ketat, hingga akhirnya terpilih menjadi calon fasilitator daerah pada mapel Biologi.

Selanjutnya, Tahar mengikuti kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) di Best Western Plus Makassar Beach pada 7 s.d 11 Oktober 2021. Adapun jumlah peserta FasDa Mapel Biologi yaitu 12 orang terdiri dari 10 orang dari Sulawesi Selatan dan 2 orang dari Sulawesi Tengah.

Adapun tujuan kegiatan FasDa ini yaitu untuk mencetak fasilitator atau narasumber kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan guru di KKG/MGMP/MGBK tingkat kabupaten/kota.  (Rini/Syukur)

Wakamad Humas MAN 1 Bone Ikuti FasDa

Watampone, (Humas MAN 1 Bone) – FasDa atau fasilitator daerah merupakan kegiatan yang dilakukan oleh kementerian agama, kegiatan ini dilakukan untuk merekrut guru-guru terbaik yang akan menjadi pelatih kegiatan PKB guru di KKG/MGMP/MGBK.

Seorang fasilitator daerah memiliki tugas dan tanggung jawab seperti menyusun silabus pelatihan, menyusun skenario pelatihan, melatih dan mendampingi guru PKG/MGMP/MGBK, serta memfasilitasi peserta mempelajari modul.

Wakamad humas MAN 1 Bone yaitu Muh. Syukur menjadi salah satu peserta pelatihan fasilitator daerah dari Kabupaten Bone pada Mapel Kimia. Beliau mengikuti FasDa di hotel   Aryaduta Makassar pada 7 s.d 11 Oktober 2021. Kesempatan ini tentunya dimanfaatkan oleh Muh. Syukur sebagai wadah untuk menambah wawasan serta relasi.

FasDa Mata pelajaran Kimia diikuti oleh 21 orang peserta dari berbagai wilayah seperti, Bantaeng, Bone, Bulukumba, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Maros, Pangkep, Pinrang, Sinjai, Soppeng, Tana Toraja, Wajo, Pare-Pare, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Donggala, Parigi Moutong, Sigi, Toli-toli dan Palu. (Rini/Syukur)

Siswa MAN 1 Bone ikuti Vaksinasi Dosis 2

Watampone, (Humas MAN 1 Bone) – Senin (11/10/2021) Vaksinasi Dosis 2 untuk siswa MAN 1 Bone berlangsung di gedung Workshop Aula MAN 1 Bone. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Polres Bone bekerja sama dengan PMI Kab. Bone serta dibantu oleh anggota PMR MAN 1 Bone.

Demi memastikan penyelenggaran vaksinasi berjalan lancar Kepala MAN 1 Bone Abbas Katutu meninjau secara langsung kegiatan tersebut. Vaksinasi ini merupakan kegiatan lanjutan dari Program Vaksinasi Merdeka oleh Polres Bone dalam rangka mencegah penularan Covid-19. Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh siswa MAN 1 Bone, tetapi Siswa SMP/MTs dan masyarakat terdekat juga turut serta dalam vaksinasi ini.

Penyelenggaraan vaksinasi ini merupakan sinergi Polri, Kemenag dan Staff khusus Presiden RI. Dengan berlangsungnya vaksinasi dosis 2 untuk siswa MAN 1 Bone, berarti dosis vaksin sudah lengkap. Sehingga upaya pencegahan penularan covid-19 di Lingkungan madrasah telah dilakukan.

Selanjutnya, harapan seluruh masyarakat madrasah dengan terselenggaranya vaksinasi ini ialah pembelajaran bisa berlangsung normal kembali tanpabayang-bayang penularan covid-19. (Rini/Syukur)

MAN 1 Bone ikuti Kegiatan Seminar Hasil Penelitian Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan

Watampone, (Humas MAN 1 Bone) – Sabtu (9/10/2021) Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar mengadakan kegiatan seminar hasil penelitian tahap 2 bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan. Kegiatan ini berlangsung di The Novena Hotel Convention Bone, dihadiri oleh 50 orang peserta di Kabupaten Bone.

Peserta seminar merupakan perwakilan dari berbagai satuan kerja seperti Dinas Pendidikan, Kemenag, Madrasah dan sekolah Umum yang mendapatkan undangan langsung dari Litbang Agama Makassar. MAN 1 Bone mengirimkan tiga peserta sesuai undangan antara lain Kepala madrasah Abbas Katutu, Muh. Yahya (guru agama) dan Aqmal Wahzan (guru seni budaya).

Kegiatan seminar ini dibuka secara langsung oleh Saprilla selaku Kepala Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar. Adapun judul penelitian yang diseminarkan yaitu
“Pelayanan Pendidikan Agama untuk Anak Difabel di Sulawesi Selatan”.

Kegiatan seminar ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi yang berkaitan dengan program pendidikan inklusif bagi siswa difabel baik dilingkungan kemenag maupun diknas. Sebab Pendidikan inklusif merupakan salah satu amanat dari UUD 1945 pasal 31, serta peraruran menteri Pendidikan Nasional No. 70 tahun 2009 tentang Pendidikan inklusif bagi peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa.

Hal ini diharapkan bisa terlaksana di MAN 1 Bone, sehubungan dengan adanya salah satu siswa yang tergolong sebagai siswa difabel yaitu Ahmad Abid Safwan kelas XI IIS 4. Rekomendasi yang dimaksud termasuk Kurikulum, kelengkapan sarana dan prasarana serta persiapan guru yang memiliki kemampuan untuk menghadapi siswa difabel. (Rini/Syukur)

Guru MAN 1 Bone mewakili Kabupaten Bone Pada Kegiatan Pelatihan FasDa

Watampone, (Humas MAN 1 Bone) – Fasilitator daerah atau yang lebih dikenal dengan fasda merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian Agama untuk merekrut guru-guru terbaik yang akan menjadi pelatih kegiatan PKB guru di KKG/MGMP/MGBK.

Adapun tugas dan tanggung jawab seorang FasDa yaitu menyusun silabus pelatihan PKB guru sesuai dengan pola yang ditentukan, menyusun skenario pelatihan, melatih guru PKG/MGMP/MGMP baik moda tatap muka maupun moda daring dengan menggunakan modul yang sudah disiapkan, mendampingi guru di KKG/MGMP/MGBK maupun di madrasah, dan memfasilitasi peserta mempelajari modul.

Tahapan proses seleksi FasDa meliputi seleksi administrasi, seleksi akademik/kompetensi dan seleksi wawancara. Ketiga tahapan inilah yang telah dilewati oleh guru-guru MAN 1 Bone sehingga mampu mengikuti pelatihan FasDa. Selanjutnya, para peserta mengikuti pelatihan calon fasilitator daerah tahapan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) untuk jenjang Madrasah Aliyah.

Pada kesempatan ini, Hasniar Guru Matematika MAN 1 Bone mewakili Kabupaten Bone untuk mengikuti FasDa mata pelajaran matematika di Kota Makassar tepatnya di Hotel Arya Duta. Hasniar tergabung di Zona 3  bersama dengan peserta 16 peserta lain dari Kota Makassar, Bone, Sinjai, Bulukumba, Gorontalo, Wajo, Gowa, Enrekang dan Pangkep. Pelatihan ini dibuka secara resmi pada Kamis (7/10/2021) dan akan berlangsung sampai Senin (11/10/2021). (Rini/Syukur/Ahdi)