Sejarah MAN 1 BONE

Madrasah Aliyah Negeri 1 Watampone berlokasi di Jalan Jend. Sukawati, Kel. Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone Propinsi Sulawesi Selatan (0481) 21238, Kode Pos 92713 dengan alamat elektronik: man1bone.sch.id dan mansatuwatampone@gmail.com.

Kehadiran MAN 1 Watampone adalah bentuk peralihan dari PGA swasta yang kemudian di negerikan dengan Surat keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 158/69 Tanggal 8 Nopember 1969. Pada awal berdirinya namanya adalah Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri Watampone. Kemudian pada tahun 1975 berubah menjadi Madrasah Aliyah Negeri Watampone.

Proses peralihan dari PGA Swasta menjadi Madrasah Aliyah Negeri tidak terlepas dari upaya yang dilakukan pemuka-pemuka agama bersama Dinas Pendidikan Agama Kabupaten Bone. Disamping itu, didasari atas keinginan masyarakat Bone yang pada umumnya beragama Islam yang menginginkan adanya Madrasah Negeri mulai dari Ibtidaiyah sampai Aliyah.

Hal lain yang mendorong keberadaan MAN 1 Watampone adalah adanya Madrasah Tsanawiyah yang ada di Kabupaten Bone, dimana Madrasah Aliyah adalah jenjang pendidikan lanjutannya

Sejak berdirinya MAN 1 Watampone telah dipimpin oleh 9 Kepala Madrasah. Adapun Kepala yang pernah memimpin sebagai berikut:

  1. H. Azis Palaguna (1968-1977)
  2. Muchsin Baki (1977-1980)
  3. H. Bueti Abbas (1980-1981)
  4. H. Muh. Zubair (1981-1988)
  5. H. Muh. Ishak (1988-1993)
  6. H. Muh. Husain (1993-1994)
  7. Hj. Nurmala Subair (1994-1998)
  8. Hj. A. Astina (1998-2004)
  9. Nawawi Rasyid (2004-2013)
  10. Muslimin, MM. (2013-sekarang)

Demikian sejarah perkembangan Madrasah  dan saat ini terus berbenah untuk memperbaiki sistem manajemen dan layanan untuk menuju Madrsah yang lebih baik.

Madrasah Sebagai Pilihan Pendidikan

Eksistensi Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam kini ditempatkan sebagai pendidikan sekolah dalam Sistem Pendidikan Nasional. Munculnya SKB tiga menteri (Menteri Agama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Menteri dalam Negeri) menandakan bahwa eksistensi madrasah sudah cukup kuat beriringan dengan sekolah umum.

Dalam perspektif historis, Indonesia merupakan sebuah negeri muslim yang unik, letaknya sangat jauh dari pusat lahimya Islam (Mekkah). Meskipun Islam baru masuk ke Indonesia pada abad ke tujuh, dunia internasional mengakui bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Hal ini merupakan salah satu indikator keberhasilan Pendidikan Agama Islam di Indonesia.

Lembaga Pendidikan Agama Islam pertama didirikan di Indonesia adalah dalam bentuk pesantren.2 Dengan karaktemya yang khas “religius oriented”, pesantren telah mampu meletakkan dasar-dasar pendidikan keagamaan yang kuat. Para santri tidak hanya dibekali pemahaman tentang ajaran Islam tetapi juga kemampuan untuk menyebarkan dan mempertahankan Islam.

Persepsi masyarakat terhadap madrasah di era modern belakangan semakin menjadikan madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unik. Di saat ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat, di saat filsafat hidup manusia modern mengalami krisis keagamaan dan di saat perdagangan bebas dunia makin mendekati pintu gerbangnya, keberadaan madrasah tampak makin dibutuhkan orang.

Melihat kenyataan seperti itu, tuntutan pengembangan madrasah akhir-akhir ini dirasa cukup tinggi. Pengembangan madrasah di pesantren yang pada umumnya berlokasi di luar kota dirasa tidak cukup memenuhi tuntutan masyarakat.

Oleh karena itu banyak model pendidikan madrasah bermunculan di tengah kota, baik di kota kecil maupun di kota-kota metropolitan. Meskipun banyak madrasah yang berkembang di luar lingkungan pesantren, budaya agamanya, moral dan etika agamanya tetap menjadi ciri khas sebuah lembaga pendidikan Islam. Etika pergaulan, perilaku dan performance pakaian para santrinya menjadi daya tarik
tersendiri, yang menjanjikan kebahagiaan hidup dunia akhirat sebagaimana tujuan pendidikan Islam

Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang hidup dari, oleh dan untuk masyarakat belum mendapatkan sentuhan pikiran dan tangan kita semua. Peningkatan mutu tidak akan terealisir tanpa andil semua pihak. Untuk itu, demi peningkatan mutunya maka madrasah perlu dibantu, dibela dan diperjuangkan.

Pentingnya Pendidikan Karakter di Sekolah

Karakter merupakan ciri khas individu yang ditunjukkan melalui cara bersikap, berperilaku, dan bertindak untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Anak memiliki karakter baik akan menjadi orang dewasa yang mampu membuat keputusan dengan baik dan tepat serta siap mempertanggungawabkan setiap keputusan diambil. Sudah seharusnya sekolah sebagai institusi pendidikan turut menanamkan karakter baik pada tiap individu anak.

Bentuk kegiatan manusia yang didalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju kearah hidup yang lebih baik. Siapa yang harus melakukan pendidikan karakter?

Pemerintah telah menerbitkan Perpres tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). PPK merupakan kebijakan pendidikan yang tujuan utamanya adalah untuk mengimplementasikan Nawacita Presiden Joko Widodo–Jusuf Kalla dalam sistem pendidikan nasional. Kebijakan PPK ini terintegrasi dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yaitu perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak menjadi lebih baik.

Disadari bahwa pendidikan karakter perlu mendapat perhatian dari semua pihak. Di sekolah siswa perlu mendapatkan pembinaan karakter yang baik, orang tua dan orang dewasa perlu memberikan keteladanan yang pantas ditiru oleh anak.

Pendidikan karakter sangat penting sekali. Pembentukan karakter akan menentukan bagaimana orang itu menjalani hidup. Karakter ada yang positif dan ada yang negatif. Penanaman karakter positif sangat diperlukan. Mulai kecil anak harus dibimbing diajari untuk mempunyai karakter yang positif. Supaya menjadi modal anak itu untuk menjalani kehidupan di masa yang akan datang. Anak harus mempunyai karakter yang kuat, berani dan tidak mudah menyerah.

Karakter positif harus selalu diterapkan dimanapun kita berada. Sebab, manusia yang tidak mempunyai karakter positif, akan menimbulkan masalah dan tidak bisa mendapatkan solusi dari sebuah masalah. Pendidikan karakter anak jadi kurang. Namun dalam pembentukan karakter pertama adalah orang tua. Pendidikan karakter yang paling banyak pengaruhnya adalah pengajaran dari orang tua. Anak hanya menerima dan tidak bisa menolak segala ilmu yang diberikan ketika balita dan kasih sayang orang tua yang paling berperan dalam menemukan karakter anak supaya tidak terjerumus hal-hal yang negatif.