Tak Kenal Waktu, Operator Data EMIS MAN 1 Bone Selesaikan Tugas

Watampone, (Humas MAN 1 Bone) – EMIS (Education Management information System) merupakan sistem manajemen data pendidikan islam yang berperan dalam menunjang proses perencanaan dan pengambilan kebijakan program pendidikan islam pada kementerian Agama. EMIS adalah basis pangkalan data pendidikan islam.

Berkaitan dengan ini, maka setiap sekolah atau madrasah akan melakukan penginputan data siswa, guru dan tenaga kependidikan. Penginputan ini dilakukan oleh seorang operator yang telah ditunjuk untuk bertanggung jawab terhadap data Emis. Di MAN 1 Bone, data emis dikelola oleh Hamdan selaku operator emis.

“Penginputan data emis akan lancar kalau data yang diperlukan tersedia, seperti data pribadi siswa, guru dan tenaga kependidikan” ungkap Hamdan. Penginputan data emis bisa  dilakukan setiap hari, akan tetapi puncak penginputan yaitu setelah penerimaan siswa baru di sekolah atau madrasah. Hal ini karena data yang akan diinput harus dimulai dari awal. Sedangkan untuk data kelas XI dan XII hanya berupa perbaikan.

Adapun  tujuan EMIS agar sekolah atau madrasah dibawah naungan kementerian agama menjadi lebih muda untuk melaporkan perkembangan sekolahnya. Sedangkan manfaat dengan adanya EMIS yaitu memudahkan untuk mencari data yang valid berkaitan dengan madrasah, pondok pesantren dan perguruan tinggi. (Syukur/Rini)

MAN 1 Bone Kembali Mengirimkan Perwakilan di KSN-P Bidang Astronomi

Watampone, (Humas MAN 1 Bone) – Selasa (14/9/2021) Pelaksanaan Kompetisi Sains Nasional Tingkat Provinsi (KSN-P) hari kedua berlangsung dengan baik. Adapun bidang lomba hari kedua yaitu Astronomi dan Fisika. Kali ini siswa MAN 1 Bone meloloskan satu peserta bidang Astronomi atas nama A. Tenri Abeng.

Siswa ini mengikuti seleksi KSN-P didampingi oleh Sabriani dan Laode Manarfah selaku guru Fisika di MAN 1 Bone. Peserta KSN-P yang mengikuti proses seleksi harus mengikuti protokol kesehatan ketat, hal ini untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Sebelum memasuki ruang ujian, peserta melakukan tes swab anti gen didampingi guru. Hal ini untuk memastikan peserta tidak sedang terpapar Covid-19 saat mengikuti seleksi KSN-P. Jika ditemukan peserta yang hasil tes swabnya reaktif akan mengikuti seleksi di ruangan khusus/ruang isolasi mandiri yang disediakan panitia.

Peserta sangat antusias dalam mengikuti seleksi KSN-P menuju KSN Nasional. Dengan berlangsungnya seleksi KSN-P hari kedua ini, diharapkan siswa MAN 1 Bone bisa menjadi yang terbaik di tingkat provinsi. (Syukur/Rini)